●
Pengertian Neraca Pembayaran Internasional
Neraca
pembayaran internasional (Balance of Payment) merupakan catatan yang tersusun
secara sistematis mengenai seluruh transaksi ekonomi internasional yang
dilakukan penduduk suatu negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka
waktu tertentu, biasanya 1 tahun. Pengertian penduduk di dalam suatu neraca
pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan
pemerintah.
●
5 Tujuan dan 5 Fungsi Neraca Pembayaran Internasional
Tujuan :
1. Sebagai
bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil langkah- langkah di bidang
ekonomi. Bidang ekonomi di sini termasuk ekspor dan impor, hubungan utang
piutang, hubungan penanaman modal, dan hubungan lainnya yang menyangkut neraca
pembayaran.
2. Sebagai
bahan pertimbnagan bagi pemerintah untuk mengambil kebijkan di bidang
moneter
dan fiscal.
3. Sebagai
bahan pertimbnagan bagi pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan
ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.
4. Sebagai
bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakn di bidang politik
perdagangan Internasional.
5. Untuk
memberitahukan kepada pemerintah dan siapa saja yang membutuhkan atau berkepentingan
mengenai posisi internasional dari negara yang bersangkutan secara keseluruhan.
Fungsi :
1. Sebagai
alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai
jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah
suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran
alat-alat pembayaran luar negerinya.
2. Sebagai
alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh
transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
3. Sebagai
alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
4. Sebagai
alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan
negara tertentu.
5. Sebagai
alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.
●
Jika Terjadi Perdagangan Antar 2 Negara yang Tidak Seimbang
Jika
terjadinya hubungan perdagangan antar 2 negara yang tidak seimbang, yang
artinya Negara 1 selalu mengalami surplus neraca perdagangan berarti Negara tersebut
dapat dikatakan berhasil pada perdagangannya karena jumlah penerimaan lebih
besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).
Jika BOP surplus, bank sentral dapat membayar utang luar negerinya atau
memperoleh aset cadangan tambahan dari luar negeri. Dampak suatu Negara mengalami Surplus neraca
pembayaran adalah Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh
terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir
mendorong/ menjurus ke arah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan oleh
adanya penambahan permintaan efektif.
Sedangkan,
Negara 1 nya mengalami deficit transaksi perdagangan berarti Negara tersebut
belum dikatakan berhasil pada perdagangannya karena jumlah pembayaran lebih besar
daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu
Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan
menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka
Negara tersebut sedang mengalami defisit total. Pembayaran defisit dapat
juga dilakukan dengan meminjam dari bank sentral luar negeri. Dampak dari suatu
Negara mengalami Defisit transaksi perdagangan adalah Produsen dalam
negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor, Pendapatan Negara
sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar, Perusahaan banyak yang gulung
tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari PHK
Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflatoir yang mendorong/ menjurus ke arah penurunan harga (deflasi).
Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflatoir yang mendorong/ menjurus ke arah penurunan harga (deflasi).
SUMBER :
http://makalahdanskripsi.blogspot.co.id/2009/02/neraca.html
internasional.html
WAKTU SEARCH :
25
APRIL 2016 / SENIN
0 komentar:
Posting Komentar